Hobi gw nonton film. I love movies… evry kind of movies, terutama film-film kelas A dan kelas festival. Dan salah satu perwujudan kesukaan gw terhadap film adalah dengan cara mengoleksi film-film tersebut dalam bentuk DVD.
Koleksi DVD gw banyak banget, walaupun tidak sebanyak dulu lagi karena udah dibuangin kakak gw (aaargh!). Alasannya, “Udah pada ditonton kan? Ya udah aku buang-buangin aja. Emang kamu koleksi yah? Wah maaf….”.
Gw Cuma bisa manyun aja ngebayangin A Clockwork Orange, The English Patient, Cinema Paradiso, Big Fish, dan lain-lain teronggok di tempat sampah. Huhuhu…. Koleksi-koleksi itu sekarang gw simpen dalam berbinder-binder yang gw bagi ke dalam 4 kelompok: Hollywood Movies, Non-Hollywood, Asian dan TV Series.
Belakangan ini gw memberanikan diri membeli DVD-DVD bertema
homoseksual, meski saat membelinya gw selalu celingak-celinguk dulu dan mencoba menyamar dengan jaket bertudung (nggak banget yah?). Sebut saja: Shortbus, Eternal Summer, No Regret, Another Gay Movie dan Marisco Beach dan lain-lain. Ada yang menurut gw bagus ada juga yang Cuma mengumbar sensualitas tanpa memperhatikan mutu, hanya ingin mengambil celah pasar saja.
The problem is….gw nggak mau keluarga gw menemukan DVD-DVD itu diantara koleksi gw (Yup, gw tinggal dengan kakak dan suaminya), soalnya kakak-kakak gw suka ngoprek koleksi DVD gw. I have a very smart sister+brother in law, dan mereka pasti bakal realize something klo menemukan DVD bertema gay banyak berada di koleksi gw. Akhirnya meskipun berat hati, beberapa gw kasih-kasih ke temen gw dan ada yang gw buang (Hiks!).
Tapi ada satu-dua yang tetep gw simpen, yaitu Marisco Beach. Why? Soalnya ini film komedi Perancis. Dan menurut gw termasuk aman untuk dikoleksi, jadi dia masuk folder Non-Hollywood Movies.
Bagaimana dengan film-film bokep a.k.a film porno??? Klo film porno straight mungkin kakak saya akan memahami dengan dalih: “Namanya juga cowok”. Tapi masalahnya bokep yang gw punya adalah male to male porn atau Bokep GAY!! Gw takut menyimpan film-film ini tapi di lain pihak gw suka (hehehe, jd malu). Untuk sementara terpaksa cara tradisional pun gw lakukan: menaruhnya di bawah tumpukan baju di dalam lemari gw (yang tak berkunci sambil berharap-harap semoga tidak ditemukan orang.).